Patofisiologi terjadinya obesitas

Medicinesia 0 Comments kegemukanobesitas Obesitas menurut WHO adalah kondisi penumpukan lemak di jaringan adiposa secara berlebihan yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan. Asupan makan diatur melalui sedikitnya 4 faktor yaitu: Faktor Nutrisi Laju pembentukan sel baru terutama cepat ada beberapa tahun pertama kehidupan, dan semakin besar laju penyimpanan lemak.

Cholecystokinin didalam sirkulasi tidak dapat menembus sawar otak, namun peptida yang sama disintesis didalam otak, bekerja pada reseptor CCK-B dan berfungsi sebagai faktor rasa kenyang satiety factor.

Nyeri kepala saat terjaga, kadang-kadang disertai mual dan muntah, akibat peningkatan tekanan darah intrakranial, Penglihatan kabur akibat kerusakan retina akibat hipertensi, Ayunan langkah yang tidak mantap karena kerusakan susunan saraf pusat Nokturia karena peningkatan aliran darah ginjal dan filtrasi glomerolus Edema dependen dan pembengkakan akibat peningkatan tekanan kapiler Gejala lain yang umumnya terjadi pada penderita hipertensi yaitu pusing, muka merah, sakit kepala, keluaran darah dari hidung secara tiba-tiba, tengkuk terasa pegal dan lain-lain Novianti, Akan tetapi mutasi ini jarang sekali terjadi.

Kanker jenis kanker tertentu, misalnya kanker prostat dan kanker usus besar 7.

Obesitas (Kegemukan)

Williams Textbook of Endocrinology, 12 th ed. Reseptor leptin ditemukan dalam beberapa bentuk. Tanda dan gejala hipertensi Pada pemeriksaan fisik, tidak dijumpai kelainan apapun selain tekanan darah yang tinggi, tetapi dapat pula ditemukan perubahan pada retina, seperti perdarahan, eksudat kumpulan cairanpenyempitan pembuluh darah, dan pada kasus berat, edema pupil edema pada diskus optikus.

Walaupun dinamakan "indeks", BMI sebenarnya adalah rasio atau nisbah yang dinyatakan sebagai berat badan dalam kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam meter. Keadaan ini sering terjadi pada glomerulonefritis dan gagal ginjal.

Tidur apneu kegagalan untuk bernafas secara normal ketika sedang tidur, menyebabkan berkurangnya kadar oksigen dalam darah Aktivitas fisik sangat diperlukan dalam proses pembakaran kelebihan lemak dalam tubuh.

Penderita obesitas, terutama yang menjadi gemuk pada masa kanak-kanak, bisa memiliki sel lemak sampai 5 kali lebih banyak dibandingkan dengan orang yang berat badannya normal.

Berbagai faktor seperti kecemasan dan ketakutan dapat mempengaruhi respon pembuluh darah terhadap rangsang vasokontriktor. Akibat dari obesitas, para penderita cenderung menderita penyakit kardiovaskuler, hipertensi dan diabetes mellitus Notoatmodjo: Sindroma Pickwickian obesitas disertai wajah kemerahan, underventilasi dan ngantuk.

patofisiologi obesitas

Kegagalan sel-sel lemak mengirimkan sinyal yang adekuat atau kegagalan otak merespons sinyal yang sesuai dapat patofisiologi terjadinya obesitas obesitas. Rangsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak ke bawah melalui saraf simpatis ke ganglia simpatis.

Gen yang berperan penting dalam sistem homeostasis energi adalah gen LEP dan produknya, leptin. Klasifikasi hipertensi menurut WHO berdasarkan tekanan diastolik, yaitu: Leptin bekerja pada neuron2 didalam nukleus arkuatus hipothalamus dan mengeluarkan sinyal untuk menurunkan produksi neuropeptida Y NPY.

Proses kegemukan dimulai sejak masa anak-anak dan berlangsung terus hingga dewasa. Individu dengan hipertensi sangat sensitif terhadap norepinefrin, meskipun tidak diketahui dengan jelas mengapa hal tersebut bisa terjadi.

Oleh sebab itu, mekanisme genetik yang serupa merupakan penyebab obesitas yang mungkin pada manusia. Jenis pengobatan ini lebih peka terhadap pengobatan daripada jenis obesitas sepanjang hidup. Hipertensi pada yang berusia kurang dari 35 tahun akan menaikkan insiden penyakit arteri koroner dan kematian prematur Tambayong, Akan tetapi, ukuran sel lemak tersebut masih sesuai dengan ukuran sel yang normal.

Terdapat sejumlah besar gen pada manusia yang diyakini mempengaruhi berat badan dan adipositas. Hal ini terjadi karena otot2 dibelakang lidah mengalami relaksasi pada saat tidur.

Obesitas juga merupakan suatu keadaan patologis dengan terdapatnya penimbuan lemak yang berlebihan daripada yang diperlukan untuk fungsi tubuh. Koarktasio aorta, feokromositoma, neuroblastoma, sindrom adrenogenital, hiperaldosteronisme primer, sindrom Cushing, dapat pula menimbulkan hipertensi dengan patofisiologi yang berbeda.

Dari jaringan lemak putih White Adipose Tissue terjadi pelepasan leptin dan resistin yang menurunkan nafsu makan. Dua cara berikut lebih sederhana dan tidak rumit. Pada manusia, sel-sel lemak mengekspresi produk gen yang sama dengan gen UCP-2 pada tikus. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh.

Nutrition Journal ;3: Nikotin juga merangsang pelepasan adrenalin sehingga meningkatkan tekanan darah, denyut nadi, dan tekanan kontraksi otot jantung. Di seluruh dunia, pada tahunsekitar juta orang diatas umur 20 tahun mengalami obesitas, juta orang diantaranya laki-laki.

Pada sebagian besar penderita obesitas terjadi resistensi leptin, sehingga tingginyakadar leptin tidak menyebabkan penurunan nafsu makan Related Papers. · • Obesitas ringan: kelebihan berat badan % • Obesitas sedang: kelebihan berat badan % • Obesitas berat: kelebihan berat badan >% (Obesitas berat ditemukan sebanyak 5% dari antara orang-orang yang gemuk).

1) Penyebab Obesitas Secara ilmiah, obesitas terjadi akibat mengkonsumsi kalori lebih banyak dari yang diperlukan oleh tubuh. Penyebab terjadinya. O Scribd é o maior site social de leitura e publicação do mundo.

· mengapa kelebihan karbohidrat menyebabkan obesitas makanan yang membuat berat badan naik dengan cepat penyebab meningkatnya obesitas balita di indonesia pengaturan pola makan untuk menurunkan Author: cara menurunkan berat badan.

patofisiologi obesitas Obesitas adalah deposisi lemak yang berlebih di dalam jaringan lemak sebagai akibat dari makan yang banyak melebihi keperluan pemakaian energi. Tiap 9,3 kalori energi berlebih masuk ke dalam badan menimbulkan 1 gram lemak yang disimpanAuthor: elbfrollein.com  · patofisiologi obesitas Definisi: Obesitas adalah deposisi lemak yang berlebih di dalam jaringan lemak sebagai akibat dari makan yang banyak melebihi keperluan pemakaian energi.

Patofisiologi dan Diagnosis Obesitas Alwi Shahab Bagian Penyakit Dalam FK Unsri/RSMH Palembang I. Pendahuluan Obesitas didefinisikan sebagai suatu keadaan ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran kalori sehingga menyebabkan kelebihan akumulasi lemak didalam tubuh.

Patofisiologi terjadinya obesitas
Rated 5/5 based on 58 review